Romo Benny: Komitmen Tak Boleh Hilang

Sinar Harapan mempunyai idealisme, punya keberanian memuat, serta lebih mengungkap fakta dan realitas kehidupan.

Pin It

Sinar Harapan /

Media cetak menghadapi tantangan global yang tidak mudah. Perkembangan media online dan media sosial sangat pesat. Media massa pun dituntut mampu menyesuaikan diri dengan teknologi, kecepatan, dan kecermatan.

Meski zaman berubah dan teknologi baru datang, satu hal tidak boleh berubah dan harus dimiliki media massa, yaitu komitmen dan independensi. Hal itu dikatakan rohaniwan Katolik cum aktivis Romo Benny Susetyo. Romo Benny aktif menulis di Sinar Harapan sejak koran ini terbit kembali pada 2011 (setelah pemberedelan oleh Orde Baru 1986). “Jika dikumpulkan, mungkin sudah ratusan tulisan saya,” kata Benny.

Tulisan-tulisan Benny berkisar dalam tema demokrasi, kemanusiaan, Pancasila, dan pluralisme. Pilihannya untuk menulis di Sinar Harapan semata-mata karena meyakini komitmen media ini pada isu-isu tersebut.

Sinar Harapan mempunyai idealisme, punya keberanian memuat, serta lebih mengungkap fakta dan realitas kehidupan,” ujarnya.
Benny membaca koran sore ini sejak masih di bangku sekolah. Ia aktif menulis di media massa ketika sudah menjadi pastor.

Dalam pandangannya, koran yang kini juga mengembangkan sinarharapan.co, punya komitmen terhadap demokrasi. Benny menyebutkan, Sinar Harapan berani melawan arus menghadapi pemerintah otoriter zaman Soeharto.


Meski masa depan media massa sulit, spirit demokrasi tak boleh hilang. Ia mengharapkan, Sinar Harapan membangun gerakan baru di bentuk media massa yang baru. “Membangun perlawanan dan budaya tanding,” katanya.

Sumber : Sinar Harapan