Ketua MK Arief Hidayat; Dipilih karena Objektif

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat mengharapkan, media massa memublikasikan berita-berita yang dapat membawa ke arah iklim yang sejuk dalam sistem bernegara di Indonesia.

Pin It

/

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso datang ke kantor redaksi Sinar Harapan Desember ini. Tak dinyana, di tengah kesibukannya, ia mau meluangkan waktu berbagi cerita dengan para jurnalis media ini, hingga lebih dari tiga jam.   Di kesempatan tersebut, Budi Waseso, yang pada tahun ini kerap disorot pemberitaan berbagai media massa, banyak bercerita lika-liku hidup dan kariernya. Awak redaksi pun dibuatnya terkesima, juga gerr dan tertawa-tawa dengan berbagai ceritanya. Mantan Kabareskrim ini bertutur demikian menghibur sekaligus memberikan banyak ide dan strategi pemberantasan narkoba.  

Bagi Budi Waseso, Sinar Harapan bukanlah
barang baru. Ia mengaku sudah lama kenal dengan media ini, sejak remaja bahkan.
  Polisi berlatar belakang keluarga militer ini menilai, banyak hal yang dibeber Sinar Harapan berkaitan dengan tugasnya sebagai aparatur negara. Isi pemberitaan media ini juga dinilainya sangat membantu tugasnya.   �Banyak kasus kejahatan terungkap karena media. Sinar Harapan adalah salah satunya yang kerap membantu kami, polisi,� katanya.   Kini, dalam tugasnya sebagai pucuk pimpinan badan yang bertugas memberantas narkoba di lini depan, ia pun menilai peran Sinar Harapan penting. Sebagai koran sore, media ini sangat bisa membantu mengingatkan masyarakat akan bahaya penggunaan narkoba.  

Apalagi, pemberitaan secara masif dan kontinu mengenai pencegahan dan pemberantasan narkoba kerap didapatinya di koran dan daring Sinar Harapan. Narkoba adalah masalah serius yang memerlukan kontribusi dari setiap elemen bangsa termasuk media massa.
  �Itulah pentingnya, dalam masalah pemberitaan dan bangsa ini berterima kasih kepada Sinar Harapan yang concern terhadap dampak narkoba bagi generasi penerus kita ke depan. Di kala orang sudah mau kembali dari kantor, sebenarnya efektif membaca berita yang belum �basi�. Berita-berita terbaru yang berkaitan dengan sosialisasi pencegahan maupun pemberantasan narkoba pun dapat disampaikan kepada pembacanya,� katanya.

?Dari sisi waktu terbit dan korelasinya, ia justru punya pandangan sendiri, soal ini.
  �Orang pakai narkoba biasanya terjadi setelah orang pulang dari kantor. Pengguna ini mengonsumsi narkoba kan bukan jam kantor, tapi hari weekend atau pulang kantor.   Pengalaman kami, sabu-sabu itu biasanya dikonsumsi pada jam-jam pulang kantor. Biasanya para pengguna memanfaatkan waktu tersebut di indekos, di kontrakan atau di kantor setelah jam kantor. Nah, kalau ada berita-berita terkait sosialisasi pencegahan dan penindakan, hal ini kami harapkan bisa mengisi kekosongan waktu tersebut. Itu sudah efektif mencegah,� tuturnya.


Sumber : Sinar Harapan