Elfonda "Once" Mekel: Sejak Kecil Saya Membaca Koran Ini

Sinar Harapan punya latar belakang jelas dan awak pers yang pas, kebebasan pers, dan tidak berpihak.

Pin It

Sinar Harapan /

Sebenarnya tutupnya Sinar Harapan itu sangat disayangkan. Saya masih suka buka koran. Saya lebih suka baca dari kertas. Pertama, sesuatu yang bahan baku kertas itu lebih enak (dibaca-red). Saya sudah bertahun-tahun membaca dari bahan baku kertas. Yang kedua, kalau pakai elektronik kehabisan baterai itu menjadi problem dan sinar yang keluar dari alat elektronik itu tidak enak dilihat.  

Saya lebih senang kalau membaca koran. Jadi, sayang sekali kalau mau ditutup. Tetapi, memang jadi fenomena perkembangan global digitalisasi, banyak media yang nggak bisa bertahan.
 

Saya kira beberapa media cetak akan mengarahkan ke bisnis digital juga, mungkin perlahan-lahan.
 

Saya bersedih juga mengetahui Sinar Harapan akan tutup akhir tahun ini. Sejak kecil, saya membaca koran ini. Kala itu, Sinar Harapan adalah koran besar nomor dua. Kalau di antara koran sore, media ini nomor satu. Kami sekeluarga langganan koran pagi Kompas dan koran sore Sinar Harapan. Koran ini memang beda dengan koran lain, apalagi memberitakan kejadian saat ini.
 

Apalagi, beberapa saudara saya memang wartawan senior yang pernah memimpin di situ, seperti Derek Manangka dan wartawan senior olahraga mendiang Max Karundeng.  

Pada era Reformasi, tahun 2001, koran ini terbit lagi. Saya pikir Sinar Harapan tetap punya nama besar. Salah satu sumber berita terpercaya oleh masyarakat.
 

Buat negara ini, umur Sinar Harapan sudah cukup lama. Banyak koran Indonesia berumur pendek. Nggak banyak yang lama.
Sebenarnya Sinar Harapan harusnya jadi aset yang dipelihara.
 

Saya lihat beberapa media sekarang, cara kerja mereka tidak memakai prinsip pers yang benar, cover bothside. TV juga awur-awuran. Kalau Sinar Harapan jelas ada nilai cover bothside-nya. Media ini juga punya latar belakang jelas dan awak pers yang pas, kebebasan pers, dan tidak berpihak.
 

Zaman sekarang banyak media baru yang nggak jelas. Sinar Harapan itu memosisikan media yang berbeda, menurut saya or
ang awam.

Sumber : Sinar Harapan