Menhukham Yasonna Laoly; Selalu Jadi Rujukan

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly, menyampaikan apresiasinya yang sangat tinggi kepada Sinar Harapan.

Pin It

/

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly, menyampaikan apresiasinya yang sangat tinggi kepada Sinar Harapan. Menurut dia, selama ini media yang pernah berpredikat sebagai koran sore terbesar di negeri ini, sudah menunjukkan dirinya sebagai media yang memiliki integritas.

Yasonna menga
takan, sejak lama menjadikan Sinar Harapan sebagai media rujukan. Bahkan, ia mengungkapkan, kenal media ini saat dulu beredar luas di Sumatera Utara, wilayah kelahirannya.
 

"Saya kenal Sinar Harapan sebagai media yang didirikan oleh tokoh-tokoh gereja
; yang punya concern terhadap hak asasi manusia, pemberitaan objektif, kritik yang konsisten dan konstruktif terhadap pemerintah. Saya mengapresiasi SH sebagai suatu media. Mengambil posisi sebagai media yang terbit sore hari," tutur Yasonna, dalam perbincangan di kantornya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, pekan lalu.



Di tengah persaingan industri media yang kian keras, ia berharap media ini tetap berkontribusi di tengah masyarakat melalui pemberitaan-pemberitaan
nya. Menurutnya, saat ini teknologi informasi membuat media online berdiri, dan persaingan semakin ketat.
 

"Tapi bagi saya, media cetak tetap menjadi media rujukan," kata Yasonna.

Ia men
uturkan, sebagai salah satu narasumber, baik saat menjadi anggota DPR maupun saat ini menjadi menteri, sangat percaya kepada pemberitaan media ini sebagai media terpercaya.
  "Media yang tidak punya maksud-maksud politik, tidak berafiliasi dengan partai politik, tetap menjaga integritasnya dalam menulis berita, objektif, mengkritik secara proporsional. Tidak menjadi alat untuk menganibalisasi seseorang," ucap Yasonna.


Menurut dia, kendati oplah mungkin masih di bawah beberapa media lain, itu bukan jadi faktor menilik kepercayaan. Posisi sebagai koran sore menjadi nilai tersendiri bagi pembacanya.
  "Enaknya kalau kita berjalan ke luar kota, sore hari masuk pesawat Garuda, kita dapat update terakhir berita pagi sampai siang. Itu sangat membantu," ujar Yasonna.

Di sisi lain, ia menilai integritas dan kedalaman berita juga adalah nilai lebih yang membuatnya membaca media ini.
  "Satu modal dasar dari media, kejujuran, independen, tidak menjadi alat politik, mengkritik karena memang kritis. Itu pesan-pesan saya," kata Yasonna.   Ia pun tak lupa dan menyampaikan penghargaannya atas undangan untuk kedatangannya dua kali, sebagai menteri.  

"Saya datang dan saya sampaikan pandangan saya sebagai menteri hukum dan HAM yang baru. Pandangan saya lalu ditulis secara baik, berseri oleh Sinar Harapan, buat saya itu suatu kehormatan," ucap Yasonna.


 Berdasar penilaian ini, ia berpesan agar media ini tetap mempertahankan jati dirinya dan
harus terus eksis, tetap ada. Persaingan media yang sangat ketat membutuhkan terobosan kreatif untuk mengatasinya. Ia meyakini ini bisa diatasi Sinar Harapan ke depan. 

 

Sumber : Sinar Harapan