Ketua MK Arief Hidayat: Dipilih karena Objektif

Sinar Harapan merupakan salah satu referensi bagi dirinya dalam melihat perkembangan geliat negeri ini.

Pin It

Sinar Harapan /

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat mengharapkan, media massa memublikasikan berita-berita yang dapat membawa ke arah iklim yang sejuk dalam sistem bernegara di Indonesia. Nah, harapan ini ditemukannya pada Sinar Harapan. Arief mengaku, pandangannya terhadap pemberitaan media ini pun sama ke depan, yakni bisa tetap menyuarakan pemberitaan yang objektif sekaligus sejuk dan solutif.

"Artinya boleh mengkritik, boleh memberikan masukan, boleh memberitakan, tetapi tidak bersifat provokatif. Kalau suasana sistem ketatanegaraan dan suara kehidupan kenegaraan itu terprovokasi dan menjadi gaduh, yang dirugikan adalah negara ini sendiri," kata Arief kepada SH, baru-baru ini, di kantornya.

 Arief menga
takan, Sinar Harapan merupakan salah satu referensi bagi dirinya dalam melihat perkembangan geliat negeri ini, khususnya bertautan dengan hak-hak konstitusional individu maupun kelompok dalam hal berbangsa dan bernegara. Ia pun menikmati sajian berita yang dinilainya selalu menghindarkan unsur provokatif.


 "Semua yang dikemas dalam satu bahasa yang harus menuju satu kondisi yang sejuk dan solutif untuk kepentingan bangsa dan negara ini. Itu yang saya harapkan," katanya.
 

Media massa manapun, menurut kacamatanya, sudah seharusnya objektif dalam pemberitaan dan tidak menurut perspektif serta kepentingan masing-masing.
Artinya, pemberitaan boleh saja berupa kritik, saran, atau fakta. Tetapi, paradigma provokatif adalah berita yang menarik harus disingkirkan. Pemberitaan yang bertendensi itu, bagi Arief, hanya akan menimbulkan sikap saling tidak percaya di antara stakeholder di Indonesia.

Sumber : Sinar Harapan