Catatan Akhir Tahun Film: "Magnet Komika"

Ada belasan film nasional yang memasang komika sebagai bintangnya.

Pin It

Ist / Foto/Ilustrasi

Ernest Prakasa dalam film "Ngenest"

Tahun 2015 bisa dibilang sebagai "tahunnya stand-up comedian".
Bagaimana tidak, para pelawak tunggal atau komika ini terlihat semakin
eksis membintangi sederet film nasional.

Ada film yang hanya memasang komika sebagai cameo ataupun figuran
untuk mencairkan suasana, tapi ada juga film yang memang didominasi
oleh penampilan para komika. Sebut saja film Comic 8 (2014) dan
sekuelnya Comic 8: Casino King (2015).

Tahun ini pun para komika kian mendapat angin segar. Setidaknya ada
belasan film nasional yang memasang komika sebagai bintangnya.
Beberapa merupakan film yang memang bergenre komedi seperti Air & Api,
Epen Cupen the Movie, Lamaran, Catatan Akhir Kuliah, Love You...Love
You Not..., Single, hingga Ngenest: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan
yang menjadi film penutup tahun 2015.

Di samping itu, ada juga film-film bergenre drama yang notabene cukup
serius seperti film CJR: The Movie, LDR, Toba Dreams, serta Surga yang
Tak Dirindukan.

Keterlibatan komika dalam meramaikan industri perfilman nasional
sebenarnya sudah mulai terlihat pada 2013, ketika rumah produksi
Starvision merilis film Cinta Brontosaurus yang dibintangi oleh
penulis sekaligus komika Raditya Dika, serta turut menampilkan komika
Soleh Solihun.

Sejak itu, Raditya pun menjadi salah satu komika yang paling laris di
layar lebar. Di tahun yang sama ia kembali terlibat di dua judul film
lain, yaitu Cinta dalam Kardus dan Manusia Setengah Salmon. Film
Marmut Merah Jambu dan Malam Minggu Miko the Movie menyusul di tahun
berikutnya. Dan tahun ini, penampilannya dapat kembali dilihat melalui
film Single.

Seiring perjalan Raditya di industri film, nama-nama komika lain juga
mulai bermunculan. Terlebih ketika film Comic 8 dirilis. Dari situlah
penonton mulai mengenal sosok Arie Kriting, Kemal Palevi, Ernest
Prakasa, Babe Cabita, Fico Fachriza, Bintang Timur, Mongol, hingga
Mudy Taylor. Film produksi Falcon Pictures itu juga menghadirkan
komika senior seperti Indro Warkop, Cak Lontong, serta Pandji
Pragiwaksono.

Yang menarik, sebagian besar film yang mengangkat sosok komika
tersebut sukses secara komersil. Dimulai dengan Cinta Brontosaurus
yang sukses menjual lebih dari 890.000 tiket dan menjadi salah satu
film Indonesia terlaris tahun 2013.

Comic 8 bahkan mampu menjadi film terlaris tahun 2014 karena sukses
menjual lebih dari 1,6 juta tiket bioskop. Sementara film Single yang
baru dirilis beberapa waktu lalu, sudah berhasil menjual lebih dari
750.000 tiket bioskop dalam kurun waktu dua pekan.

Kendati bukan menjadi faktor penentu utama larisnya sebuah film, tak
dapat dimungkiri bahwa para komika yang masing-masing sudah memiliki
fanbase sendiri mampu mendongkrak penjualan. Hal ini pun diakui Chand
Parwez Servia, produser dari Starvision.

"Para komika ini memang menjadi sebuah peluang (bagi sebuah film)
untuk lebih dikenal orang, karena mereka banyak penggemarnya," aku
Parwez saat dijumpai SH di Gala Premiere film Ngenest baru-baru ini.

Starvision sendiri merupakan salah satu rumah produksi yang paling
sering melibatkan komika di dalam film-film produksinya. Tahun depan,
mereka sudah menyiapkan film Jagoan Instan yang dibintangi oleh Kemal
Pahlevi.

Mampukah para komika ini memertahankan daya magnet mereka di tahun
2016 mendatang? Kita lihat saja nanti! (Jes)

Sumber : Sinar Harapan