Biayai Aksi Terorisme

ISIS Jual Narkoba

Penjualan narkoba ke Eropa dan Rusia menjadi pemasukan terbesar

Pin It

Istimewa / Foto

Tanaman opium bahan dasar narkotika jenis heroin

Moskow - Salah satu penerimaan uang terbanyak kelompok radikal ISIS, akhirnya terkuak. ISIS dikabarkan mendanai seluruh gerakannya melalui penjualan narkoba.
Kelompok yang pernah menyatakan bertanggung jawab atas insiden bom Paris tersebut mendapatkan narkoba dari Afghanistan kemudian dijual ke kawasan Eropa melalui Turki dan negara-negara Balkan, Eropa Tenggara hingga Rusia. Kabar tersebut disampaikan oleh badan anti narkoba Rusia, FKSN.

“Para anggota ISIS telah menyatakan diri berniat melakukan terorisme di dunia. Kini mereka menyatakan menjadikan Angakatan Udara Rusia sebagai target berikutnya. Namun hingga kini para teroris tersebut masih bebas masuk ke sini. Penjualan narkoba merupakan salah satu sumber penghasilan mereka,” ujar politisi Rusia, Viktor Ivanov, Kamis (17/12).

Ivanov menambahkan bahwa sebagian besar penjualan obat-obatan terlarang tersebut masuk melalui Turki dan Balkans. Bahkan sekitar US$ 150 miliyar peredaran jual beli narkoba di wilayah tersebut. “Uang yang mereka dapat akan digunakan untuk tindakan kriminalitas dan juga sempat singgah di negara-negara transit. Turki merupakan salah satunya,” jelas Ivanov.

Pada Juli lalu, Rusia menyerukan sebagai negara yang secara serius membasmi penjualan obat-obatan terlarang tersebut. Pernyataan tersebut diserukan Rusia pada saat konfrensi anti penjualan illegal di Gambia, Afrika Barat. Dalam konferensi tersebut, Rusia juga menyatakan bahwa sekitar US$ 500 miliyar dari hasil penjualan narkoba digunakan untuk membiayai operasi organisasi teroris baru seperti Boko Haram, Islamic State (IS), dan lain-lain.

“Obat-obatan ilegal bagaikan emas dan dapat diperjualbelikan di berbagai negara,” ujar Ivanov. Sebelumnya pada Maret lalu, Ivanov sempat menyatakan bahwa IS mendapat pemasukan hingga US$ 1 miliyar dari penjualan heroin. Ia juga memprediksi bahwa uang tersebut digunakan untuk mengendalikan aksi teroris di beberapa negara lain.

Ivanov juga mengajak negara-negara lain untuk bekerja sama memerangi industri penjualan narkoba ini. Menurut Ivanov, hal tersebut sudah termasuk keadaan gawat dan perlu ada sistem keamanan internasional untuk menanggulanginya. 

Sumber : CNN