Persembahan Kecil untuk Yang Terindah

Setiap yang kita perbuat, ada artinya.

Pin It

Ist /

Menulis atau berproses kreatif lainnya adalah bentuk persembahan kita kepada Yang Memberi Hidup dan memberi kesempatan kita untuk berkarya. Oleh karena itu, dalam proses kreatif itu sudah seharusnya kita dengan riang hati melakukannya, tanpa banyak keluhan atau kehendak untuk menyerah. Memang banyak tantangan, baik itu yang muncul dari dalam diri maupun luar diri; semua itu perlu kita sikapi dengan bijak dan tentu, rendah hati.

Jika setiap langkah, setiap karya, dan setiap pekerjaan adalah bentuk persembahan kecil kepada Yang Terindah, Yang Memberi Hidup dan Memberi Kesempatan untuk berkarya, maka ada roh dan gereget di dalamnya. Karya kita, pekerjaan kita, dan setiap hal yang kita lakukan menjadi bertenaga, ada energinya, karena kita tidak melakukannya asal-asalan. Kita menjadi manusia yang berkarya, manusia pembelajar tentang hidup dan kehidupan. Setidaknya, kita tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang diberikan lalu mengubahnya menjadi peluang untuk sukses, meski kita sedang ada di tengah-tengah kesulitan.

Memperjelas Cakrawala Pemahaman
Persembahan kecil untuk Yang Terindah, melalui karya dan perbuatan positif lainnya, bisa semakin berkelas, bermutu, jika kita tidak lupa untuk menambah ilmu, memperluas wawasan. Dengan demikian, apa yang kita persembahkan adalah karya yang luar biasa, tidak sekadar tindakan tanpa makna, karena kita menciptanya dilandasi pemahaman yang baik. Kita tidak hanya mencipta tanpa landasan pengetahuan, misalnya, atau sekadar membuat tapi tidak tahu apa yang kita perbuat.

Memperjelas cakrawala pemahaman tidak hanya sebagai pemanis atau pelengkap apa yang kita kerjakan, melainkan juga menambah bobot pekerjaan, kinerja, atau kreasi yang kita buat. Kita juga tidak akan terjebak pada membuat banyak hal, tapi tidak ada energinya; sulit dirasakan dengan hati dan pikiran. Oleh karena itu, berikan persembahan kepada Yang Terindah, Yang Memberi Hidup dan Kesempatan, dengan kreasi-kreasi yang berkualitas, tidak sekadar selesai, sambil kita meningkatkan kualitas diri dan karakter yang lebih kuat.

Tidak Sekadar Akal Sehat
Ketika kita membuat suatu persembahan, tidak hanya akal yang sehat dan positif yang kita perlukan. Persembahan akan sangat terkesan ketika kita bisa memberikan sentuhan hati di dalamnya. Dengan demikian, apa yang kita kerjakan atau rancang untuk perbaikan karya demi karya memberikan makna yang luar biasa hebat, meski melalui karya demi karya yang kecil nan sederhana. Namun, percayalah bahwa tidak ada persembahan yang sia-sia jika kita melakukannya dengan keikhlasan hati.

Akal sehat sangat diperlukan di saat kita merancang dan merencanakan tindakan atau aktivitas sehari-hari. Namun, itu belumlah cukup. Ketika kita “mendewakan” akal sehat dan tidak menyentuh sisi-sisi humanisme terbaik di dalam diri, karya atau pekerjaan kita bisa terjebak pada rutinitas yang mudah membosankan, bahkan kita bisa mengecewakan diri sendiri dan orang lain karena apa yang kita kerjakan tidak ada jiwanya; kualitasnya pun bisa jauh dari yang kita harapkan. Hati dan pikiran yang jernih adalah perpaduan yang indah, melambangkan harmoni diri, dan jika kita berdayakan, kita bisa terus-menerus mempersembahkan setiap karya kita untuk Yang Terindah.

Yang Terindah, Yang Terbaik
Persembahan kecil, meski hanya melalui tulisan sederhana ini, semoga menjadi yang terbaik, setidaknya untuk menginspirasi dan memotivasi, agar kita bisa berkarya dengan baik; dalam situasi apa pun. Karya dan rasa, sekaligus terwujud dalam persembahan, jangan sampai padam di saat situasi maupun kondisi tidak mendukungnya. Berikan persembahan untuk Yang Terindah melalui karya yang terbaik. Dari situlah kita bisa memaknai diri dengan lebih sempurna, meski dalam situasi sulit yang tak terkira.

Hidup terus berjalan, tantangan datang silih berganti. Segala rasa dan kehendak yang baik menjadi pewarna untuk menikmati karunia hidup. Sebagai rasa syukur dan tanggung jawab kita dalam berkarya, selalu persembahkanlah yang terbaik dalam setiap aktivitas, sehingga kita bisa memberi arti dan nilai pada apa yang kita lakukan. Persembahan kecil untuk Yang Terindah, jangan sampai padam.
 


Sumber : Sinar Harapan