Hujan Es Lumpuhkan Sydney

Topan langka berkecepatan lebih 200 km per jam menerjang Sydney

Pin It

AFP PHOTO / Ist

TORNADO SYDNEY - Foto yang menunjukkan beberapa rumah hancur dan pepohonan tumbang akibat terjangan badai tornado di Kurnell, Sydney, Australia, Rabu (16/12). Badai tornado tersebut mengakibatkan terjadinya hujan es dengan angin kencang berkecepatan 200 km per jam.

SYDNEY- Topan langka berkecepatan lebih 200 km per jam menerjang Sydney, Rabu (16/12). Topan yang tak disebut namanya ini membawa serta hujan es sebesar bola tenis. Hari ini (Kamis, 17/12), meski topan sudah berlalu, beberapa badai lain berkekuatan kecil dikhawatirkan juga melintasi Sydney.

"Ancaman topan menurun, namun ada kemungkinan adanya aktivitas badai petir lebih banyak hari ini," kata James Taylor, petugas dari bidang cuaca ekstrem Biro Meteorologi Australia (BOM), Kamis dini hari. 

Akibat topan ini, pepohonan roboh, mematikan jaringan listrik, mengoyak atap rumah, membalik kendaraan dan menyebabkan banjir. Hujan es yang besar merusak mobil, memecahkan kaca jendela, merobek beranda kain toko dan layar kapal.

"Sekitar 6.000 rumah dilaporkan tidak mendapatkan aliran listrik di bagian selatan kota," kata BOM sebagaimana dilansir AAP, Rabu malam.

"Paparan pemantau menunjukkan topan melewati Cronulla (pinggiran selatan Sydney) pada hari ini," kata pemantau cuaca dari BOM, Alan Sharp.

Badan sudah mengeluarkan peringatan langka tentang angin topan itu sekitar tengah hari kemarin saat  badai berbahaya tersebut menyambangi Sydney selatan. Pascapengumuman, beberapa penerbangan ke luar dan dalam negeri dialihkan ke kota lain.

Tidak ada laporan terkait kerusakan besar akibat lintasan topan ini. Tetapi,  beberapa orang dilaporkan terluka saat badai itu menerjang kota terbesar Australia tersebut.

Seorang juru bicara Bandar Udara Internasional Sydney mengatakan bandara tidak ditutup hari ini. Namun, beberapa penerbangan dialihkan ke bandara yang lain. 

Soal cuaca di Australia, Badan PBB mengingatkan, benua ini  mengalami sebuah pola cuaca El Nino ekstrem. Akibatnya adalah kemarau, badai, dan banjir yang ekstrem, yang diperkirakan menjadi yang terkuat dalam sejarah benua tersebut.

Sumber : Sinar Harapan