Pendiri Komite HAM Ditahan

Pendiri Komite untuk Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut ditersangkakan melakukan upaya melawan pemerintah yang sah

Pin It

Ist / Foto

HANOI - Nguyen Van Dai (47), seorang pengacara Vietnam, ditahan pemerintah karena dinilai melakukan upaya makar. Pendiri Komite untuk Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut ditersangkakan melakukan upaya melawan pemerintah yang sah. Penahanan ini terjadi sepekan setelah Dai dianiaya sekelompok orang tak dikenal saat ia melakukan pelatihan bagi pegiat HAM negeri komunis tersebut. 

“Pihak yang bersangkutan ditahan karena ‘melakukan propaganda menentang negara Republik Sosialis Vietnam’,”. Demikian pernyataan dalam laman Kementerian Keamanan masyarakat, Rabu petang, sebagaimana dilansir Xinhua.

Polisi juga menggeledah kediaman Dai di ibu kota Vietnam itu. Disebutkan, perkara yang disangkutkan ke Dai masih dirincikan.

Pekan lalu, Dai dan tiga rekannya diserang sekitar 20 pria dengan pentungan, setelah mereka memimpin forum pelatihan bagi 60 pembela HAM di Vietnam tengah. PBB juga mengkritik peristiwa ini sebagai catatan mengkhawatirkan dalam persolan HAM di sana.

Ini bukan kali pertama Dai berurusan dengan aparatur pemerintah. Ia sebelumnya menjalani hukuman penjara empat tahun atas dakwaan yang sama; melawan pemerintah. Ia dibebaskan pada Maret 2011 setelah masa hukumannya berakhir. 

Perkara tersebut juga berujung dengan pencabutan izin beracara. Dai pun tidak bisa lagi menjalankan praktik hukum. Padahal, ia biasa mendampingi pegiat di kasus-kasus yang disangkakan pemerintah.

Setahun sebelum dipenjara pada 2007, Dai membentuk Komite untuk Hak Asasi Manusia Vietnam. Ia sering mewakili kelompok pembangkang dan pengunjuk rasa yang dituntut pemerintah.

UNHCR mengatakan, insiden itu merupakan tindak kekerasan ketiga terhadap pegiat di Vietnam sejak September. Badan tersebut mengecam pemerintah karena gagal menyelidiki dan menghukum pelakunya.

Pegiat menyatakan, polisi berpakaian preman terlibat dalam serangan itu. Partai Komunis Vietnam, yang memerintah negara tersebut sejak 1975, sangat peka terhadap kritik masyarakat mengenai pemerintahannya.

Negara satu partai itu sering dikecam kelompok HAM dan pemerintahan Barat karena sikap kerasnya terhadap setiap isu yang menyangkut kebebasan pers ataupun HAM.

Vietnam melarang media swasta. Semua koran maupun saluran televisi merupakan milik pemerintah.

Pada Oktober, seorang mantan tentara yang kemudian menjadi penggerak demokrasi, Tran Anh Kim (66), juga ditahan atas dakwaan subversif. Sementara itu, pada  Senin, Nguyen Viet Dung (29) dipenjara selama 15 bulan karena mengenakan seragam tentara bekas rezim Vietnam Selatan dalam unjuk rasa di Hanoi.

Sumber : Sinar Harapan