MUI Minta Kepolisian Amankan Natal

Ketua MUI Kota Palu, Zainal Abidin, baru-baru ini, mengemukakan bahwa masyarakat dan pemeluk agama di Kota Palu sangat membutuhkan keamanan yang diberikan pemerintah dan pihak keamanan.

Pin It

Istimewa / Foto

Majelis Ulama Indonesia

PALU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, meminta kepolisian menjaga dan meningkatkan keamanan di daerah itu menjelang pelaksanaan Natal, 25 Desember 2015. Ketua MUI Kota Palu, Zainal Abidin, baru-baru ini, mengemukakan bahwa masyarakat dan pemeluk agama di Kota Palu sangat membutuhkan keamanan yang diberikan pemerintah dan pihak keamanan. 

Zainal menyebutkan, dalam waktu dekat, umat Kristen akan melaksanakan Natal sebagai salah satu bentuk ibadah. Untuk itu, kepolisian harus memberikan keamanan dan rasa nyaman bagi pemeluk Kristen dalam melaksanakan ibadah. 

Teror bom dan aksi-aksi lainnya yang memberikan ancaman terhadap keamanan masyarakat menandakan, keamanan Kota Palu belum terwujud dengan baik. 


Parade Sinterklas

Sementara itu, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (5/12), disemarakkan oleh ribuan jemaat kristiani dari 58 jemaat gereja Kristen Injili Klasis Biak Selatan, yang menggelar Parade Sinterklas menyongsong Natal, 25 Desember. Parade itu berakhir di kantor Klasis GKI Biak Selatan, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.

Parade Sinterklas yang diikuti perwakilan 58 jemaat GKI Klasis berlangsung sangat meriah. Parade dilepas oleh Ketua Klasis GKI Biak Selatan, Pendeta Yustinus Noriwari. Ia berharap dengan pawai dan Parade Sinterklas, umat kristiani dapat menyambut Hari Natal dengan penuh sukacita dan kedamaian bagi lingkungan sekitarnya.

Sekretaris Klasis Biak Selatan, Pendeta Brury Wufwensa menjelaskan, pawai Natal dilakukan anak, remaja, dan persekutuan kaum ibu/bapak sebagai kegiatan keagamaan bagi jemaat kristiani untuk memeriahkan Natal. Pelaksanaan pawai Parade Sinterklas berlangsung kondusif dan lancar.

Sumber : Sinar Harapan/Ant