Seram, Tiga Taman Bermain Ini Ditinggalkan!

Yang dulu memberikan keceriaan, sekarang menjadi pemberi kengerian.

Pin It

ist /

Menghabiskan liburan akhir tahun, selain dengan belanja, banyak juga yang memburu kebebasan dan keceriaan dengan menghabiskan waktu di taman bermain. Meskipun harga tiketnya terbilang tak murah, tapi hal itu rupanya tak mengurungkan niat masyarakat untuk mengunjungi wahana-wahana permainan yang kerap kali memicu adrenalin. Hanya membayangkan warna-warna cerah yang dihadirkan taman bermain saja Anda sudah senyum-senyum dan ingin segera mengajak kerabat bermain ke sana, tapi bagaimana kalau tiba-tiba taman bermain yang ingin Anda kunjungi ternyata sudah ditutup dan ditinggalkan?

Tak sedikit taman bermain yang ditutup dan ditinggalkan di belahan dunia ini. Penyebabnya macam-macam, bisa karena kecelakaan yang menurukan pamor keamanan taman bermain itu atau karena bencana alam, hingga penyebab misterius lainnya. Penasaran teman bermain apa saja yang sudah ditinggalkan dan dianggap menyeramkan? Yuk, baca ulasan singkatnya di bawah ini.

Gulliver Travel Park, Kawaguchi, Jepang

Selain Amerika Serikat, jumlah taman bermain di Jepang juga terbilang banyak, tapi tak sedikit yang terpaksa harus ditutup. Seperti di daerah Kawaguchi, Gulliver Travel Park , sebuah wahana bermain yang dibangun oleh pemerintah Jepang pada tahun 1997 itu mengambil konsep alam karena terletak di dekat gunung yang sangat terkenal di Jepang, yaitu Gunung Fuji.

Sayangnya, usia taman bermain itu tak panjang. Hanya berselang empat tahun setelah dibuka, taman bermain tersebut terpaksa ditutup karena sepi pengunjung. Penyebabnya adalah selain dekat gunung yang terkenal dengan hutannya yang sering dijadikan tempat bunuh diri, tak jauh dari taman bermain itu juga ada pabrik yang memproduksi bahan kimia yang dapat mengganggu saraf. Alhasil, hingga sekarang, bangunan yang tadinya ceria itu menjadi menyedihkan, sepi, dan sungguh tak terawat lagi.

Pripyat, Ukraina

Tak hanya negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Inggris yang punya taman bermain, Ukraina pun punya. Tepatnya di Kota Pripyat, taman bermain yang dijadwalkan akan dibuka pada 1 Mei 1986 itu tak sempat menunjukkan keceriaannya karena lima hari sebelum launching, PLTN Chernobyl meledak hingga menyebarkan efek radiasi nuklir yang berbahaya.

Alhasil, kota itu pun ditinggalkan karena jika ada warga yang memaksa untuk tetap di kota tersebut, sama saja dengan bunuh diri massal. Hal yang paling menyeramkan dari kota itu adalah taman bermainnya. Banyak saksi mata yang mengatakan saat mengunjungi kota itu lagi, wahana-wahana yang sudah rusak itu bergerak sendiri. Meskipun itu mungkin hanya karena tiupan angin, tapi didukung dengan kondisi kota yang “mati”, peristiwa itu mampu memberikan kengerian tersendiri  bagi siapa saja yang melihatnya.


Six Flags, New Orleans, Amerika Serikat

Saatnya meluncur ke negara yang punya banyak taman bermain, apalagi kalau bukan Amerika Serikat? Berada di New Orleans, sayangnya pada tahun 2005, taman bermain ini harus ditutup karena rusak diterjang badai Katrina. Hingga sekarang, masih banyak sisa patung taman bermain yang seakan-akan mengundang untuk masuk, tapi dengan harapan tipis untuk kembali pulang.

Bukan tak ada niat dari para investor untuk kembali merenovasi dan menghidupkan kembali taman bermain yang cukup besar itu. Namun, entah kenapa usaha untuk memperbaiki taman bermain terasa sia-sia, bangunan kembali rusak, dan kembali ditinggalkan, hingga terlihat menyeramkan seperti sekarang.

Sumber : Sinar Harapan