Smith & Wesson Untung Besar

Setelah insiden penembakan San Bernardino malah menuai keuntungan

Pin It

Getty Images/AFP / Joe Raedle

FOTO KORBAN – Sejumlah foto korban insiden penembakan San Bernardino, California, ditampilkan dalam sesi acara memperingati kejadian tersebut, Senin (7/12) lalu. Dalam insiden penembakan yang terjadi 2 Desember itu, sedikitnya 14 orang tewas dan menyebabkan 21 orang lainnya terluka.

Springfield – Keuntungan pabrikan senjata api dari Amerika Serikat (AS), Smith & Wesson (S&W) dilaporkan, Rabu (9/12), meningkat hingga mencapai US$ 143 juta pada tiga semester terakhir, atau tepatnya usai insiden penembakan di San Bernardino, California, pada 2 Desember lalu.

Catatan peningkatan dari pekan lalu saja mencapai 17 persen. Perusahaan ini menyapu pendapatan bersih pada bulan April lalu sebesar US$ 625 juta. Dari catatan yang ada, senjata produksi S&W menguasai pangsa pasar senjata api di AS.

Produk dari S&W ini kerap dipakai kalangan militer sekaligus dijual secara massal di Negeri Paman Sam. Secara penjualan di kuarter ketiga, parikan yang bermarkas di Springfield, Massachusetts ini meraup sedikitnya 143 juta atau meningkat dari tahun 2014 yang menuai 108 juta.

Perusahaan pesaing S&W, Sturm Ruger & Co hanya meningkat 10 persen dari pekan lalu. Total penjualan yang diraih S&W bisa menuai angka 126 persen sedangkan Sturm Ruger mencapai 67 persen saja.

“Memang ada peristiwa tragis di San Bernardino. Tetapi, ini adalah musim liburan dimana banyak orang membeli senapan api,” tutur CEO S&W, James Debney seperti dikutip Guardian.

Satu pekan sebelum insiden di San Bernardino, pihak biro penyelidikan federal (FBI) mengatakan, telah melakukan inventarisir 185.345 permintaan kepemilikan senjata. Catatan itu adalah permintaan tertinggi yang terjadi dalam satu hari. Itu saja sudah meningkat lima persen dari tahun 2014.

Ironisnya, saat kejadian San Bernardino, penjualan senpi jenis 9mm milik S&W meningkat drastis. Untuk diketahui, S&W adalah pabrikan senpi spesialis .357 dan .44 senpi genggam klasik tipe Magnum.

“Permintaan atas senpi akan meningkat bila anda tinggal di kota satelit atau rural. Pasalnya, banyak kekuatiran dan ketakutan dari orang-orang yang tinggal disana,” ujar analis penjualan senpi, Brian Ruttenbur. “Saat ini rasa aman sulit didapatkan. Anda perlu mempersenjatai diri,” imbuhnya.

Sementara itu pemerintah Barack Obama, akhir pekan lalu menyerukan untuk segera melakukan pembatasan kepemilikan dan penjualan senpi. Banyak pihak menduga, seruan itu setelah melihat maraknya insiden penembakan di AS beberapa waktu terakhir serta kemudahan memiliki senpi secara pribadi.

Kondisi ini bisa mengubah aturan main dan kebijakan hukum yang berkenaan dengan kepemilikan senpi legal di AS. Menurut Ruttenbur, kebijakan pembatasan kepemilikan senpi ini bisa berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk melindungi diri sendiri. “Konsekuensinya, orang tak lagi bisa melindungi diri sendiri karena aturan itu,” ujarnya. 

Sumber : Guardian