Bali Buleleng Dive Festival Siap Digelar Akhir Oktober

"Event" bagi Pencinta "Diving"

Mempromosikan Bali Utara yang memiliki potensi wisata bahari menjadi langkah strategis buat menarik wisatawan.

Pin It

Sinar Harapan / Foto

DIVE FESTIVAL - Menteri Pariwisata Arief Yahya (kedua kanan) menerima lukisan tentang Desa Pemuteran dari Founder Karang Lestari Foundation Pemuteran, Agung Prana (kedua kiri), didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, saat jumpa pers tentang "Bali Buleleng Dive Festival" di Kemenpar, Jakarta, Kamis (15/10).

Suara penyanyi dan pencipta lagu, Trie Utami, di panggung Balairung, gedung Kementerian Pariwisata (Kemenpar), membuat suasana ruangan menjadi berbeda. “Saya benar-benar terbawa suasana pantai Bali Utara, khususnya di Desa Pemuteran Buleleng,” ujar Trie Utami sebelum jumpa pers “Bali Buleleng Dive Festival” di Kemenpar, Jakarta, pekan lalu.

Trie juga mengatakan, “Saya ingin memberikan penghargaan kepada Agung Prana yang telah membangun terumbu karang di Pemuteran dan saya mendukung Dive Festival di Teluk Pemuteran Buleleng”.

Mempromosikan Bali Utara yang memiliki potensi wisata bahari menjadi langkah strategis buat menarik wisatawan, Kemenpar pun mendukung Bali Buleleng Dive Festival yang akan digelar di Teluk Pumeteran, Bali pada 23-26 Oktober 2015.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, “Masyarakat Buleleng pelan-pelan sudah sadar tentang pariwisata dan pelestarian lingkungan. Karena itu, untuk kali pertama, Kabupaten Buleleng menyelenggarakan festival bawah laut yang disebut-sebut pertama di Indonesia, Buleleng Bali Dive Festival”.

“Buleleng itu bervariasi, ada air terjun, danau, pantai, dan bawah laut. Apalagi kita wilayah paling luas hampir sepertiga Bali. Paling tidak ini alternatif bagi wisatawan dibandingkanBali Selatan yang sudah penuh orang, macet, dan banyak bangunan,” katanya.

Agenda kegiatan festival tersebut terdiri atas kegiatan underwater, pemandangan bio rock, workshop, pameran, dan kuliner. Menjelang festival, hotel-hotel dan penginapan di Buleleng sudah hampir full booking. “Festival ini memang bertujuan tetap mendatangkan banyak turis asing dan lokal karena Oktober bulannya Buleleng low season,” ucap Putu Agus.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, “Saya sudah datang ke Pemuteran, terumbu karangnya bagus-bagus. Saya sering menjadikan Pemuteran sebagai contoh bahwa alam semakin dilestarikan semakin menyejahterakan.”

Bali menurutnya dijadikan destinasi utama. Sebanyak 40 persen dari Bali dengan 4 juta wisatawan mancanegara dan 8 juta wisatawan nusantara. Wisatawan Bali harus dikembangkan ke Bali Barat dan Bali Timur.

Pada kesempatan yang sama Founder Karang Lestari Foundation Pemuteran, Agung Prana mengatakan, “Saya mengembangkan model rehabilitas bersama tokoh masyarakat. Kami memperbaiki terumbu karang dengan kesabaran, dibantu dengan teknologi yang mempercepat terbentuknya terumbu karang.” 

“Saat ini warga desa telah merasakan keuntungannya. Penghasilan warga naik beberapa kali lipat dengan kehadiran terumbu karang yang lestari dibandingkan saat mereka hanya jadi nelayan,” kata Agung.

Sumber : Sinar Harapan