Tiga Jalan Utama Solo akan Bersih dari Kaki Lima

Mulai 1 Oktober 2015 aturan tegas akan diberlakukan.

Pin It

Antara / Foto

KIRAB DEWA BUMI-Warga Tionghoa Solo mengikuti kirab Dewa Bumi dalam rangka perayaan Hari Raya Tiong Ciu atau pertengahan musim gugur di Jalan Jendral Sudirman, Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/9). Perayaan yang diikuti sebanyak 10 klenteng di Jawa Tengah tersebut merupakan tradisi warga Tionghoa sebagai ungkapan syukur atas dewa bumi yang telah menjaga dan memberi limpahan hasil bumi sekaligus datangnya pertengahan musim gugur sesuai kalender Imlek.

SOLO- Pemkot Surakarta akan membebaskan tiga ruas jalan utama di Kota Solo yaitu Slamet Riyadi, Urip Sumoharjo, dan Ir Sutami dari pedagang kaki lima (PKL) mulai Kamis (1/10). Jika ada pedagang yang tak mematuhi, maka sanksi akan diberikan.

Berdasarkan data Dinas Pengelola Pasar (DPP), saat ini terdapat 130 PKL yang mengais rezeki di tiga ruas jalan tersebut.

Jumlah itu masih ditambah dengan 60 PKL yang berjualan di "citywalk" Jalan Slamet Riyadi.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Surakarta Subagiyo di Solo, Senin (28/9) meminta, seluruh pedagang menaati aturan yang ada.

"PKL di tiga ruas jalan utama Kota Solo harus pindah berjualan di tempat yang telah ditentukan mulai Kamis (1/10) mendatang. Pemkot akan menjatuhkan sanksi yustisi jika PKL di tiga ruas jalan meliputi Jl Slamet Riyadi, Jl Urip Sumoharjo dan Jl Ir Sutami nekat menggelar dagangan," katanya.

Ia mengatakan, mulai 1 Oktober 2015 aturan ini akan diberlakukan dan pihaknya siap melakukan tindakan tegas. Pihaknya sudah berupaya mencari solusi atas kebijakan tersebut.

"Ya kami sudah sosialisasi ke pedagang bahwa kawasan itu menjadi kawasan terbatas berdagang," katanya.

Ia menerangkan pedagang hanya diperbolehkan menggelar dagangan pada malam hari. Jika membandel, akan ditindak tegas, dan sanksi yustisi akan dikenakan jika PKL kedapatan melanggar aturan yang diberlakukan.

Dikatakan, penertiban PKL dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar. Selama ini, PKL memakan trotoar untuk menggelar dagangan.

Kepala Satpol PP Pemkot Surakarta Sutarjo mengatakan, pihaknya siap membantu DPP dalam menertibkan PKL.

Petugas Satpol PP akan dikerahkan untuk menertibkan toko jalan-jalan protokol yang menggelar dagangannya hingga ke trotoar.

Sutarjo mengaku tidak akan tebang pilih dalam menegakkan aturan.



Sumber : Antara