Aset PDAM Bogor Diserahkan ke Depok

Total aset mencapai Rp 21 miliar.

Pin It

Ist / Foto

Ilustrasi

DEPOK - Setelah menunggu selama 16 tahun, akhirnya seluruh aset PDAM Tirta Kahuripan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang akan dikelola PDAM Tirta Asasta Depok. 

Aset senilai Rp 21 miliar itu diserahkan langsung oleh Bupati Bogor, Nurhayanti, kepada Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, Senin (27/4). Aset PDAM Tirta Kahuripan yang diserahkan berada di wilayah Kota Depok. “Setelah diserahkannya aset PDAM Tirta Kahuripan yang dikelola Pemkab Bogor maka karyawan, bangunan, jaringan instalasi, dan pelanggan sebanyak 42.000 sambungan di Kota Depok kini menjadi milik dan tanggung jawab PDAM Tirta Asasta Depok,” ujar Nurhayanti.

Menurut Nurhayanti, saat Kota Depok memisahkan diri dengan Kabupaten Bogor 16 tahun lalu, masih ada jaringan PDAM yang dimiliki Kabupaten Bogor di delapan kecamatan yang berada di Kota Depok. “Saat ini kami serahkan seluruh asset Bogor ke Depok. Maksimal enam bulan peralihan aset ini akan diserahkan secara bertahap,” tuturnya yang ikut menghadiri peringatan HUT ke-16 Kota Depok.

Ia mengungkapkan, belum diserahkannya aset PDAM Tirta Kahuripan ke Depok saat berubah status dari Kota Administratif Bogor menjadi Kota Depok karena kondisinya saat itu tidak memungkin. Pasalnya, Kota Depok dianggap belum siap menjalankan sendiri PDAM yang ada di wilayah ini.

Selain itu, Nurhayanti menambahkan, kondisi kedua wilayah saat itu belum memungkinkan menjalankan PDAM sendiri-sendiri. Dia berharap setelah aset dilepas dari Kabupaten Bogor ke Kota Depok, ke depan bisa semakin berkembang dalam penyediaan air untuk warganya. “Masyarakat sendiri tidak membeda-bedakan sumber air dari Kota Depok ataupun Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Nurhayanti menjelaskan, selama PDAM Tirta Kahuripan mengelola air bersih untuk 42.000 pelanggan hanya melakukan kesepakatan bagi hasil keuntungan dari PDAM Tirta Kahuripan ke Pemkot Depok.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Muhamad Olik mengatakan, saat ini baru memiliki 8.500 pelanggan. Secara otomatis itu bakal memiliki tambahan pelanggan setelah penyerahan ini. “Selama ini kami masih merugi karena pelanggan PDAM Tirta Asasta baru 13 persen dari total potensi yang ada di Kota Depok,” katanya.

Menurut Olik, dengan penambahan pelanggan dari PDAM Tirta Kahuripan Bogor diharapkan tahun depan sudah bisa menyumbang PAD untuk Kota Depok. Selain itu, tahun 2015 PDAM Tirta Asasta diharapkan dapat memenuhi target hingga 2.000 pelanggan baru.

“PDAM Kota Depok akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 20 miliar dari APBN untuk menambah jaringan di wilayah Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari dan Sawangan, yakni dengan membangun instalasi air dengan suplai 100 liter per detik,” tuturnya.

Sumber : Sinar Harapan