Pansel Sayangkan Keputusan Mundur Zoelva

Lima Nama

Pin It
JAKARTA – Panitia Seleksi Calon Hakim Konstitusi (Pansel CHK) memastikan hanya ada lima orang yang lolos ke tahap seleksi berikutnya. Hanya saja, Ketua Pansel Saldi Isra menyayangkan keputusan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva yang tidak mengikuti seleksi.

“Kalau sekarang beliau menarik diri dari proses berikutnya, kami tim pansel tentu menyayangkan. Pilihan-pilihannya menjadi kurang sekarang. Kami menghormati pilihan itu, namun tetap meneruskan proses ini,” katanya di sela seleksi CHK yang berlangsung di gedung Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta, Selasa (23/12).

Saldi memastikan, pihaknya tidak ada memaksa siapa pun untuk mengikuti seleksi tersebut. Ia menyebut sejak awal, pihaknya sedapat mungkin memperlakukan sama semua CHK. Oleh karena Hamdan tidak mengikuti seleksi wawancara tahap pertama, Saldi pun menganggap ia telah menarik diri.

Ia juga memastikan tim pansel hanya akan mencantumkan nama yang mengikuti proses untuk dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) nantinya, awal Januari 2015. “Hamdan sudah mengirim surat untuk tidak mengikuti seleksi, kami anggap dia menarik diri. Jadi, hanya yang ikut yang kami pertimbangkan,” tutur Saldi.

Hasil seleksi wawancara tahap pertama, yang semula ada 15 calon, akhirnya pansel memutuskan hanya meloloskan lima calon. Mereka adalah Dosen Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Udayana yang juga mantan Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna, Komisioner Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh, Guru Besar Fakultas Hukum Andalas Padang Yuliandri, Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta Aidul Fitriciada Azhari, dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Indra Perwira.

Saldi menyebutkan, dipilihnya lima nama calon hakim MK ini karena mereka menjadi calon yang paling menonjol untuk persoalan kapabilitas dan independensi. “Pansel beralasan pemilihan ini lebih pada kapabilitas dan independensi. Secara jujur, soal aspek integritas belum sepenuhnya dapat dilacak tim pansel,” ujar Saldi.

Pada tahap wawancara berikutnya, tanggal 30 dan/atau 31 Desember 2014 nanti, demi melacak integritas, tim pansel akan melibatkan pihak luar untuk mewawancarai kelimanya. Namun, sebelumnya tanggal 29 Desember 2014, mereka akan menjalani tes kesehatan terlebih dahulu. Saldi juga mengungkapkan, pihaknya akan tetap menerima masukan dari masyarakat, menyangkut rekam jejak setiap calon yang lolos, paling lambat sebelum tanggal 5 Januari 2015.

Ditemui lokasi tersebut, Erwin Nastomal Oemar, peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) menjelaskan, meski dengan waktu terbatas, pihaknya telah melakukan tracking terkait rekam jejak puluhan calon MK yang ikut wawancara dan telah menyerahkannya kepada pihak pansel. Lima orang yang lolos seleksi wawancara tahap pertama ini dalam pengamatannya tidak memiliki masalah serius.
 
Sebelumnya, Hamdan menjelaskan ia tidak ikut serta dalam seleksi yang ditetapkan tim pansel karena pertimbangannya sudah pernah mengalaminya pada 2010, juga karena ia sedang menjabat hakim konstitusi dan ketua MK saat ini. “Saya serahkan sepenuhnya kepada pansel dan presiden yang punya kewenangan,” katanya.

Sumber : Sinar Harapan