Indonesia Butuh SOP Bersama SAR

SOP bersama akan membuat potensi SAR menjadi lebih optimal di lapangan

Pin It
JAKARTA - Kepala Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas), Marsekal Madya FHB Soelistio menegaskan, bahwa Indonesia membutuhkan aturan baku sebagai standar operasi (SOP) bersama untuk menyatukan operasi berbagai potensi Search And Rescue (SAR). SOP tersebut dibutuhkan menyusul banyaknya institusi dan lembaga yang mempunyai kemampuan melakukan SAR.

"Kami butuh aturan yang bisa dijadikan pegangan dalam melakukan penyelamatan bersama. Harapan kami, SOP bersama tersebut bisa sesegera mungkin diterbitkan," tuturnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di Jakarta, Rabu (10/12).

Menurut Soelistio, dengan SOP bersama akan membuat potensi SAR menjadi lebih optimal dalam menjalankan aktivitasnya di lapangan. "Di samping itu, dengan SOP akan membuat masing-masing potensi SAR menjadi lebih faham apa yang harus dilakukan pada saat melakukan operasi penyelamatan," ujarnya.

"Dalam melakukan penyelamatan, ego sektoral harus dihilangkan. Untuk menyatukan persepsi, dibutuhkan aturan main, supaya hasil akhirnya memuaskan," lanjutnya. Seperti diketahui, kata Soelistio, selama ini masing-masing potensi SAR mempunyai aturan main sendiri dalam menjalankan fungsinya. Potensi SAR itu diantaranya adalah BNPB, TNI, Polri, dan Kementerian Perhubungan. "Mereka tidak bisa disalahkan, karena masing-masing punya aturan main. Makanya, kita berharap SOP bersama bisa segera diterbitkan," ujarnya.

Disebutkan, selama ini yang dilakukan Basarnas adalah mensinergikan potensi SAR yang ada sebagaimana diatur dalam UU No. 29 Tahun 2014. "Saat ini, bukan jamannya lagi menonjolkan ego sektoral. Tetapi harus mengedepankan kebersamaan untuk menjadikan hidup lebih baik," tuturnya.

Sumber : Sinar Harapan