BNPB Waspadai Banjir Awal 2015

BNPB siapkan rencana antisipasi terburuk untuk menghadapi banjir.

Pin It
JAKARTA - Bersamaan dengan penghentian penanggulangan bencana asap, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan rencana antisipasi terburuk untuk menghadapi banjir yang diperkirakan mencapai puncaknya pada awal 2015. Deputi Penanganan Darurat BNPB, Tri Budiarto, mengatakan hal tersebut sesaat setelah menyampaikan pemaparannya kepada media dalam konferensi pers di gedung BNPB Jakarta, Selasa (18/11).

“Rencana kontingensi artinya kami mengasumsikan sesuatu yang paling buruk yang akan terjadi,” ujar Tri.

Ia mengatakan, soal Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memprediksi banjir mendatang tidak akan tergenang lebih dari sehari, menurut Tri, tidak masalah. Menurutnya, prinsip rencana kontingensi adalah berupaya mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Apabila kenyataannya kemudian tidak seburuk yang diperkirakan, hal itu perlu disyukuri.

Ia mencontohkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta berdasarkan sepengetahuannya telah mempersiapkan secara serius untuk menghadapi banjir yang diperkirakan terjadi pada Januari. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta mengasumsikan banjir tahun depan akan sebesar banjir yang terjadi pada 2007.

“Menurut saya, persiapan tersebut bagus. Kalau kita sudah siap tempur, ternyata hujan tidak sebesar yang kita perkirakan, ya kita bersyukur,” tutur Tri.

Banjir dan Longsor
Ia mengatakan, dalam rangka mempersiapkan menghadapi bencana banjir di musim hujan, BNPB telah mengumpulkan provinsi-provinsi besar yang berpotensi mengalami banjir dan longsor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi banjir dan longsor akan banyak terjadi di Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah selama Desember 2014 hingga Februari 2015.

“Kami mendorong provinsi-provinsi besar tersebut dan kabupaten/kota di dalamnya untuk menyiapkan rencana operasi,” ucap Tri.

Ia mengungkapkan, BNPB menyiapkan anggaran siap pakai sebesar Rp 75 miliar untuk mendukung daerah di seluruh Indonesia menghadapi bencana di musim hujan. Dana tersebut guna memenuhi kebutuhan penanganan bencana selama pemda tidak memiliki anggaran untuk itu.

“Dana siap pakai tersebut untuk mengisi ‘ruang-ruang kosong’ pemda,” ujarnya.

Ia menuturkan, BNPB telah berkoordinasi untuk menyiapkan seluruh kementerian dan lembaga serta dinas dan badan di kabupaten/kota agar mampu mempercepat kemudahan akses. Menurutnya, BNPB bersama Kementerian Sosial juga mempersiapkan agar semua logistik didorong untuk mendekati lokasi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Yunus Subagyo Swarinoto menyebutkan, curah hujan pada 2014 tergantung kondisi tiap-tiap wilayah. Ia mengatakan, apabila intensitas hujan di daerah tertentu amat tinggi, BMKG dapat meminta bantuan Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) untuk mengalihkan hujan ke tempat lain.

Sumber : Sinar Harapan