Ada Broker Kucing-kucingan di Apartemen Kalibata City

Rabu , 08 Agustus 2018 | 18:35
Ada Broker Kucing-kucingan di Apartemen Kalibata City
Sumber Foto tribunnews.com
Apartemen Kalibata City

JAKARTA - Pihak Manajemen Apartemen Kalibata City mengakui ada oknum yang sembunyi-sembunyi melakukan kegiatan prostitusi. Mereka akan memutus kerjasama dengan pihak marketing yang berbuat nakal tersebut.

"Kita akan tetap cari supaya nggak ada oknum-oknum yang melakukan itu. Ini kan kucing-kucingan," ujar Direktur Utama Inner City Management, Apartemen Kalibata City, Ishak S kepada sinarharapan.co di kantornya, di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018) siang.

Ia mengakui, standar operasional prosedur (SOP) keamanan apartemen sudah sangat ketat. Terdapat dua langkah keamanan yang dilakukan.

Pertama, security yang bertugas melakukan pengawasan, mengontrol dan mencek setiap lantai. Kedua sistem akses. Terdapat kartu akses yang digunakan penghuni untuk naik ke unit tertentu dan hanya berlaku untuk satu lantai dan satu unit saja.

Namun, untuk saat ini mereka merasa kecolongan, karena terdapat oknum yang sembunyi melakukan bisnis asusila tersebut."Sebenarnya tata tertib yang sudah ada itu ketat, cuman kadang-kadang merekanya colong-colong aja, ya nggak kelihatan. Mereka ngilang. Kalau broker-broker yang resmi udah tahu. Makanya mereka nggak nakal," katanya.

Setelah ini, pihak managemen akan melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan tegas. "Kita akan tetap kerjasama dengan pihak kepolisan. Karena yang bisa kita lakukan hanya tindakan administratif, tindakan hukumnya nggak bisa," Ishak menambahkan.

Adapun untuk pihak marketing yang nakal, Ishak akan langsung memutus kerjasama dan tidak boleh beroperasi kembali di Apartemen Kalibata City. "Nggak bisa. Kita langsung black list. Nggak boleh dia ada di sini. Nanti si pemiliknya kita suratin. Kita beritahu bahwa tempatnya digunakan untuk tempat prostitusi. Tolong untuk lebih selektif memilih broker atau agen. Yang kita bisa imbau itu," dia menambahkan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap praktik prostitusi di Apartement Kalibata City pada 2015 silam. Sudah lima kali apartemen tersebut digerebek terkait kegiatan prostitusi. Disinyalir, terdapat lima dari 18 tower yang unitnya disewakan kepada para mucikari.

Pada Kamis (2/8/2018), Polda Metro Jaya mengamankan 2 agen properti dan satu mucikari. Ketiganya diancam pasal 296 KUHP dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara dan pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.(ryo)

KOMENTAR