Duterte Ancam Bunuh Polisi Terlibat Aksi Kriminal

Kamis , 09 Agustus 2018 | 08:25
Duterte Ancam Bunuh Polisi Terlibat Aksi Kriminal
Sumber Foto new mandala
Rodrigo Duterte
POPULER

MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan membunuh puluhan aparat kepolisian nasional yang tengah diperiksa atas dugaan melakukan tindak kriminal.

Saat menerima sedikitnya 102 polisi yang diduga terlibat tindakan pidana di Istana Kepresidenan Malacanang pada Rabu (8/8/2018), Duterte menyebut mereka "tidak berguna dan ancaman bagi masyarakat."

CNN melaporkan banyak aparat polisi Filipina kini diselidiki karena diduga melakukan tindakan kriminal serius seperti pemerkosaan, penculikan, pemerasan, dan keterlibatan dalam perdagangan narkoba.

Sementara itu, sejumlah lainnya diduga terlibat pelanggaran administratif seperti absen tanpa izin dan tidak hadir saat ditugaskan di pengadilan.

Duterte memperingatkan para petugas keamanan negara ini bahwa mereka akan dibunuh jika terus melakukan perbuatan kriminal."Seperti yang Anda lakukan, mudah untuk membunuh seseorang. Ikuti saja dia lalu tembak di punggungnya, lalu pergi dengan tenang," tuturnya.

Dalam kesepatan itu, Duterte juga menegaskan tidak akan membiarkan "proses hukum" atau hak asasi manusia menghalanginya menindak polisi kotor yang terlibat kriminal."Jika seluruh bajingan itu mati, jangan datang menghampiri kami dan berteriak 'hak asasi manusia, hak asasi manusia, hormati proses'. Saya telah memperingatkan Anda semua," Duterte menegaskan.

Sejak terpilih pada 2016, Duterte selalu menggarisbawahi kebijakan melawan korupsi untuk membenarkan perang brutal pemerintah melawan narkotika, pembersihan wartawan dan pemecatan massal pejabat pemerintah. Dia menegaskan akan turun jabatan jika gagal menekan korupsi.

Hingga kini, tercatat 4.200 pengedar narkoba tewas ditangan aparat Filipina tanpa proses pengadilan yang jelas.

KOMENTAR