Siang Ini Andi Arief Datangi RSKO Jakarta

Selasa , 12 Maret 2019 | 12:17
Siang Ini Andi Arief Datangi RSKO Jakarta
Sumber Foto Dok/Ist
Andi Arief saat tiba di Badan Narkotika Nasional Cawang Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Andi Arief yang terjerat kasus narkoba jenis sabu siang ini bakal kembali mendatangi RSKO Jakarta. Andi sebelumnya menyatakan dirinya akan memeriksakan darah.

Detik.com melaporkan suasana di RSKO Jakarta, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (12/3/2019). Hingga kini Andi Arief belum tiba. Pihak RSKO menyatakan Andi Arief baru akan datang siang nanti."Rencananya AA dateng jam 13.00," kata Kepala Unit Humas RSKO Jakarta dr Bagus Ari Wibowo saat dihubungi.

Ditanya seperti apa proses pemeriksaan Andi Arief nantinya, Bagus menyatakan itu merupakan kewenangan dokter yang memeriksa. "Kita lihat saja nanti," ucapnya.

"Setelah pemeriksaan urin dan dilakukan assasment dokter, baru dokter penanggung jawab yang akan menentukan perawatan yang tepat buat pasien," dia menjelaskan.

Andi Arief sebelumnya menyebut hasil tes urine yang dilakukan di RSKO Jakarta negatif narkoba. Pihak RSKO menyebut hasil tes urine bisa negatif narkoba karena jeda waktu setelah mengkonsumsi narkoba.

"Seperti yang sudah saya sampaikan, bahwa untuk metamfetamin sabu hanya bisa deteksi dalam rapid test urine hanya satu-dua hari setelah dia pemakaian terakhir (narkoba). Kalau sudah lewat dari hari itu, hari kelima, keenam, ketujuh kemungkinan tidak terdeteksi dan hasilnya negatif," kata Direktur Utama RSKO Jakarta dr Azhar Jaya dalam jumpa pers di RSKO Jakarta, Senin (11/3/2019).

Andi Arief melakukan tes urine di RSKO Cibubur pada Jumat (8/3/2019). Tes urine disebut dr Azhar Jaya dilakukan sukarela Andi Arief--yang ditangkap Minggu (3/3/2019)--dengan mendatangi RSKO.

"Demikian pula dengan sabu, dia hanya bisa positif diperiksa rapid test urine itu dalam waktu satu-dua hari, setelah itu hasilnya kemungkinan besar negatif. Kalau ditanyakan, 'bisa dibuktikan lagi?', ya, ada tingkatan lebih tinggi memiliki, seperti GC-MS," kata dr Azhar Jaya.

Menurut dia, tes terhadap Andi Arief, tidak akan dilaporkan ke penegak hukum. Alasannya, Andi Arief datang sukarela ke RSKO."Karena ini pasien sukarela, pasien umum, dan tidak diserahkan secara hukum, maka kami tidak punya kewajiban untuk menyampaikan kepada penegak hukum," ujarnya.

Polri telah menegaskan penangkapan Andi Arief terkait kasus sabu tidak naik ke tingkat penyidikan. Penanganan Andi Arief dilakukan dengan asesmen dan rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Andi Arief ditangkap di kamar Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat. Sedangkan perempuan berinisial R alias L berada di kamar mandi saat tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim menangkap Andi Arief.

"Sebelum petugas masuk TKP (kamar), Saudara AA telah menggunakan sabu tersebut. Barang bukti pipet plastik diduga bekas dipakai mengisap sabu, 2 unit korek gas modifikasi diduga untuk membakar sabu dan aluminum foil," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal, Rabu (6/3/2019).

KOMENTAR

End of content

No more pages to load