Tengku Zulkarnain Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Minggu , 06 Januari 2019 | 15:55
Tengku Zulkarnain Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Sumber Foto satryo yudhantoko
Heriandi Lim

JAKARTA - Calon Anggota Legislatif DPRD DKI Jakarta Heriandi Lim, melaporkan Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain ke Bareskrim Polri, Minggu, (5/1/2019).

Tengku diduga melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang berkaitan dengan SARA.

"Hari ini saya datang ke Bareskrim Polri untuk melaporkan suatu perbuatan penyebaran ujaran kebencian yang dilakukan (Tengku Zulkarnain)," ucap Heriandi saat ditemui seusai melapor di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (5/1/2019).

Ia mengaku sempat mendapat ancaman dari sejumlah pihak agar tidak melaporkan pernyataan pendakwah bersuara lantang tersebut.

"Sebelumnya saya di-warning agar hari ini saya dilarang melapor, datang ke Bareskrim. Karena yang akan saya laporkan ini adalah orang sakti katanya. Dalam artian, dia katanya kebal hukum, dan bisa bicara semaunya dan sesuka dia. Tapi saya mengabaikan itu," katanya.

Kendati demikian, Heriandi yang merupakan caleg dapil 3 DPRD DKI Jakarta itu mengaku tersinggung dengan cuitan Tengku Zulkarnain yang diposting pada 2 Januari 2019 lalu. Tengku menuliskan pernyataan yang menyinggung SARA.

"Katanya di Twitter, ini ada lembar kampanye calon legislatif. Pertanyaannya, dari manakah para calon ini? Jika benar ini lembar kampanye dari NKRI, bagaiamana perasaan anda semua? Senangkah atau jengkel, monggo. Nah, itukan kewarganegaraan saya dipertanyakan," Heriandi membacakan cuitan Tengku.

Karena itu, Heriandi mempertegas bahwa dirinya adalah warga negara Indonesia. "Jelas saya caleg dan saya sudah lolos (Daftar Calon Tetap). Berarti saya warga Indonesia. Karena KPU juga hanya bisa mengesahkan caleg warga negara Indonesia," dia menegaskan.

Dalam pelaporan itu, ia membawa sejumlah alat bukti berupa gambar screen capture cuitan Tengku Zulkarnain di Twitter, beserta screen capture berita tentang Heriandi di salah satu media online dan sejumlah komentar netizen di kolom komentar berita tersebut. "Selanjutnya saya serahkan ke Kepolisian," dia menambahkan.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load