Marak Korupsi di DPR, Formappi Singgung Makna Sontoloyo

Jumat , 23 November 2018 | 19:47
Marak Korupsi di DPR, Formappi Singgung Makna Sontoloyo
Sumber Foto satryo yudhantoko
I Made Leo Wiratma

JAKARTA - Empat kali sudah pimpinan DPR berganti sepanjang periode 5 tahun ini. Namun Forum Masyrakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencatat, maraknya politisi DPR yang tersandung kasus korupsi menunjukan kemunduran prestasi yang begitu signifikan.

Mengingat hal tersebut, Peneliti Formappi I Made Leo Wiratma menyebut, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, sebagai contoh konkret maraknya tindak pidana korupsi di lembaga legislatif itu.

"Kita lihat pimpinan DPR ada yang terlibat kasus korupsi terakhir wakil ketunya kena. Ada juga wakil ketuanya yang berkali-kali kena pelanggaran kode etik, tapi enggak kapok juga," ujar Made dalam pemarannya dalam acara rilis kajian Formappi, di bilangan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (23/11/2018).

Tak hanya itu, Mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), juga disinggung oleh Made. Menurut dia, akar permasalahan dari korupsi berawap dari sosok pemimpin yang mengendalikan satu lembaga. "Ini yang selalu jadi perhatian kita. Bahwa pimpinan DPR ini menjadi jabatan yang sangat strategis. Karena pimpinanlah yang dapat menentukan arah, ke mana DPR itu akan dibawa," katanya.

Fakta yang didapat Formappi, dari empat kali pergantian pimpinan DPR RI, mulai dari Setnov diawal massa pemerintahan periode 2014-2019, kemudian berganti ke Ade Komarrudin, lalu kembali lagi Setnov memimpin. Hingga terakhir, Setnov yang tersandung kasus korupsi e-KTP, diganti oleh Bambang Soesatyo. Yang mana sejumlah anggota DPR, seperti Eni Malulani Saragih juga ikut tersandung kasus korupsi terkait pembangunan PLTU Riau-1.

Karenanya, peneliti senior Formappi ini menekankan, agar pimpinan dan anggota DPR mencontoh kata Sontoloyo yang sempat digaungkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. "Sontoloyo adalah gembala itik, seorang gembala itik yang baik itu pasti membawa itik ke arah atau tempat yang banyak makanan. Mestinya pimpinan DPR mengambil arti Sontoloyo yang baik itu, bisa mengarahkan anggotanya menjadi disiplin, kreatif, lebih rajin dan tidak melakukan pelanggaran kode etik dan pelanggaran hukum," Made menambahkan.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load