Soal Tempe Mahal, TKN: Sandi Lebay

Jumat , 14 September 2018 | 19:35
Soal Tempe Mahal, TKN: Sandi Lebay
Sumber Foto Satryo Yudhantoko
Irma Suryani Chaniago

JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN), Irma Suryani Chaniago menanggapi pernyataan Sandiaga Uno tentang harga tempe. Bakal Cawapres Prabowo itu menyebut, "Tempe sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya sama kayak kartu ATM". Menurut Irma, pernyataan Sandi itu terlalu lebay.

Hal itu disampaikan Irma dalam diskusi publik Indonesia Politicl Review (IRW) tentang "Mengintip Visi Misi Capres dan Cawapres" di Restoran Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Ia menyatakan, pada faktanya kualitas bahan dasar tempe, yaitu kedelai di Indonesia kurang bagus. Sehingga mengharuskan kedelai import dari luar. "Kalau ada yang naik, misalnya tempe memang benar. Karena kacang kedele kita kurang bagus dari kacang kedele impor, pastinya juga harus impor," katanya.

Jadi wajar menurut dia, kalau ada fluktuasi harga jual Tempe naik, karena di samping harga kedelai import yang mahal juga karena pedagang yang ingin mendapatkan untung. "Ya wajar, karena petani juga mau punya keuntungan. Bicara soal Dollar, itu yang terpanguruh seperti importir kedelai, elektronik. Bukan bahan-bahan pokok seperti minyak dan beras. Kaya kecapkan dari kedelai juga, kan bukan bahan pokok tapi sekunder," ujarnya.

Karena itu, Politisi Partai Nasdem itu beranggapan bahwa pernyataan Sandi terlalu berlebihan. "Tapi nggak juga seperti yang Sandi bilang, kalau tempe sekarang setipis ATM. Itu namanya lebay. Mana ada tempe setipis ATM. Kalau sudah dipotong-potong jadi mendoan betul itu setipis ATM," dia menambahkan.

Sebelumnya, Sandi mendapati seorang penjual tempe bernama Ibu Yuli yang bercerita tentang mahalnya harga tempe. Ibu Yuli mengatakan kepada Sandi bahwa tempe sekarang setipis ATM. Ia mengatakan hal itu karena mengeluhkan ukuran tempe dan tahu yang dikecilkan ukurannya.

Hal itulah yang akhirnya mendorong Sandi menyampaikan istilah tempe yang semakin tipis, setipis ATM. Sandi juga mengakui kalau kata-katanya itu tidak bermaksud menyinggung lawan politiknya di Pilpres 2019. Alih-alih, ia hanya ingin menyampaikan keluhan pedagang tempe agar mendapatkan solusi dari pemerintah.(ryo)

KOMENTAR