PKS Pertahankan Ijtima Ulama di Pilpres 2019

Kamis , 02 Agustus 2018 | 07:35
PKS Pertahankan Ijtima Ulama di Pilpres 2019
Sumber Foto tribunnews.com
Mustafa Kamal

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal menegaskan, pihaknya memegang teguh rekomendasi ijtima ulama. Pasalnya, pertemuan sejumlah sekjen malam ini belum mencapai kesepakatan cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Hal tersebut disampaikan Mustafa seusai menghadiri pertemuan dengan empat sekjen parpol lainnya di kediaman Sekjen Partai Gerindra di Jalan Kemang 5 No. 11A, Jakarta Selatan semalam.

Empat sekjen parpol yang hadir di antaranya Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Mustafa Kamal, dan Sekjen Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno.

Dalam pertemuan empat sekjen parpol pendukung Prabowo belum ada kesepakatan soal cawapres yang akan mendampingi Prabowo di Pilpres 2019.

Mustafa mengungkapkan bahwa PKS akan memperjuangkan hasil rekomendasi Ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama terkait dua paket capres dan cawapres."Pokoknya PKS memegang teguh menjunjung tinggi Ijtima Ulama," katanya.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa PKS tetap bulat untuk mengusing cawapres bersama-sama dengan ulama.

Pada pertemuan Senin lalu, PKS menyatakan diri sebagai partai yang mendukung kesepakatan bahwa Prabowo memiliki hak prerogatif untuk menentukan cawapresnya di Pilpres 2019. Di samping itu, PKS juga membuka diri masuknya Partai Demokrat ke dalam koalisi Partai Gerindra.(ryo)

 

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load