KPU Tetapkan DPS Pemilu 2019 Sebanyak 185 Juta

Kamis , 12 Juli 2018 | 19:50
KPU Tetapkan DPS Pemilu 2019 Sebanyak 185 Juta
Sumber Foto senayanpost
Komisi Pemilihan Umum

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) Pemilu 2019 lebih dari 185 juta pemilih. Jumlah ini ada penambahan dari DPS sebelumnya.

"Sudah ditetapkan jumlah DPS pemilih 185.639.674 pemilih, dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) 801.838," kata Komisioner Viryan Aziz di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Kemang Raya, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Jumlah ini berdasarkan 34 Provinsi, 514 kabupaten, 7.201 kecamatan, 83.370 desa/kelurahan. DPS itu terdiri dari 92.843.299 pemilih laki-laki dan 92. 796 375 perempuan.

Sebelumnya, jumlah DPS pemilu tercatat 185.098.281 pemilih. Viryan mengatakan jumlah ini bertambah karena 4 Kabupaten/kota di Papua telah melakukan penetapan DPS.

"Kemarin yang kita tetapkan belum 514 kabupaten/kota masih kurang 4 kabupaten/kota yang belum menetapkan DPS. Sehingga hari ini sudah selesai ditetapkan oleh teman-teman KPU kabupaten/kota di Papua, KPU Provinsi Papua juga sudah melakukan perubahan rekapitulasi DPS tingkat provinsi," katanya seperti dikutip detik.com.

Viryan mengatakan nantinya setelah penetapan DPS akan dilakukan penyusunan DPS hasil perbaikan (DPShp). Sementara Daftar Pemilih Tetap akan ditetapkan pada bulan Agustus."Ini setelah DPS ditetapkan kami melakukan tahapan perbaikan, tahapan penyusunan DPSHP (daftar pemilih sementara hasil perbaikan) setelah itu dilakukan penetapan DPT pada bulan Agustus," dia menambahkan.

Terpisah, Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Sosialisasi, Afiduddin di Media Centre Bawaslu, Kamis (12/7/2018) menyebutkan, dalam Pilkada Serentak 2018, Bawaslu menemukan sedikitnya 2.472.684 pemilih yang belum masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sehingga Bawaslu merekomendasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memasukannya ke Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Ia menambahkan, data itu mencerminkan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih oleh KPU tidak akurat. Dengan demikian, Bawaslu mengimbau KPU untuk memperbaiki data coklit guna keperluan Pemilu 2019.(ryo)

KOMENTAR