Sri Mulyani: Realisasi Belanja Negara Masih Rendah

Senin , 18 November 2019 | 17:27
Sri Mulyani: Realisasi Belanja Negara Masih Rendah
Sumber Foto : SH/Satryo Yudhantoko
Sri Mulyani saat menjabarkan laporan APBN KiTa periode Oktober 2019  

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, realisasi belanja negara hingga Oktober 2019 kemarin masih terbilang rendah. Hal itu terlihat dari pertumbuhan belanja negara yang hanya tumbuh 4,5 persen dari periode sama tahun 2018 lalu yang berhasil tumbuh 11,9 persen. 

Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam jumpa pers laporan realisasi APBN KiTa, di Kantor Kemenkeu, Jalan Dr. Wahidin, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2019). 

"Belanja negara dilihat sampai Oktober (2019) pertumbuhannya 4,5 persen. Ini lebih rendah dari pertumbuhan tahun lalu yang (tumbuh) 11,9 persen. Di mana kita sudah merealisasikan belanja sebesar Rp 1.798 triliun atau 73 persen dari total anggaran belanja negara," ungkapnya. 

Kendati demikian, untuk pertumbuhan belanja di sektor kementerian dan lembaga masih terbilang sehat, menurut Sri. Sebab ia mencatat kementerian lembaga telah membelanjakan Rp 633,5 triliun. Nilai itu sama dengan 74 persen dari target yang ditetapkan di dalam APBN 2019. 

"Kalau dilihat dari persenatase total, 74 persen sebetulnya realisasi belanja kementerian lembaga yang lebih tinggi dari tahun lalu yang 69,2 persen. Secara year on year growthnya (pertumbuhannya) 8 persen, masih cukup sehat dibanding tahun lalu yang tumbuhnya 14,7 persen hingga akhir Oktober (2018)," ungkap Sri. 

Sementara, untuk belanja non kementerian lembaga realisasinya mencapai Rp 487,6 triliun atau 62,6 persen dari total anggaran. Ini hamppir sama dengan tahun lalu. "Sehingga growth nya 0 persen dengan realisasi tahun lalu," sebut Sri. 

Adapun realisasi transfer ke daerah yang anggarannya mencapai Rp 826,8 triliun, sudah teralisasi sebanyak Rp 676,9 triliun atau 81,9 persen. Jika dibandingkan dengan tahun lalu realisasinya memang lebih rendah, karena pada periode yang sama tahun 2018 lalu pemerintah berhasil merealisasikan hingga 84,4 persen. 

Namun, diterangkan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, karena jumlah anggaran transfer ke daerah tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu, maka terjadi pertumbuhan sebesar 4,7 persen. "Lebih tinggi dari pertumbuhan tahun lalu yang 1,2 persen," ucapnya. 

Kemudian yang terakhir untuk realisasi Dana Desa, dijelaskan Sri Mulyani, telah mencapai Rp 52 triliun atau sebesar 74,2 persen dari target di APBN 2019 yang sebesar Rp 70 triliun. 

"Lebih tinggi dari tahun lalu pada bulan Oktober yang terealisirnya Rp 44,4 triliun. Maka pertumbuhan transfer dana desa yang terealisir adalah sampai 17 persen (yoy)," imbuhnya. (Ryo)

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load