Harga Minyak Dunia Bergerak Stabil

Rabu , 12 Juni 2019 | 10:33
Harga Minyak Dunia Bergerak Stabil
Sumber Foto Okezone
Ilustrasi minyak dunia.
POPULER
Neraca Dagang Mei 2019 Surplus US$210 Juta Rupiah Dibuka Menguat Rp14.155 per Dolar AS

JAKARTA - Harga minyak relatif stabil pada perdagangan Selasa (11/6/2019) waktu Amerika Serikat (AS). Pergerakan harga minyak masih dibebani oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global yang dapat menekan permintaan minyak.

Namun, harga minyak masih mendapatkan topangan dari ekspektasi terhadap Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya bakal memperpanjang kebijakan pemangkasan produksinya.

Reuters, Rabu (12/6/2019) melaporkam, harga minyak Brent berjangka tak berubah di level US$62,29 per barel. Sementara, harga minyak AS berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat tipis US$0,01 menjadi US$53,27 per barel.

Harga kemudian merosot setelah Institut Perminyakan Amerika (APF) menyatakan stok minyak mentah AS secara tak terduga naik sebesar 4,9 juta barel menjadi 482,8 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Juni 2019 lalu.

Harga Brent dan WTI telah merosot sekitar 20 persen dari level tertingginya untuk tahun ini yang dicapai pada April lalu. Kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan dan pertumbuhan ekonomi berdampak besar terhadap sentimen di tengah perang dagang antara AS -China.

Badan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) telah memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global sebesar 160 ribu barel per hari (bph) menjadi 1,12 juta bph."Proyeksi perminyakan merupakan komponen penting bagi pasar minyak akhir-akhir ini," ujar Analis Again Capital LLC John Kilduff.

Menurut dia, di saat yang sama, data ekonomi global memberikan sejumlah kejutan negatif yang disebabkan oleh perang dagang AS-China.

China menyatakan bakal mengizinkan pemerintahan daerahnya untuk menggunakan obligasi khusus sebagai modal demi membiayai proyek investasi besar.

Hal itu dilakukan untuk mendorong perekonomian yang melambat di tengah eskalasi perang dagang dengan AS. Di sisi lain, harga minyak mendapatkan dorongan dari keyakinan terhadap OPEC dan sekutunya, termasuk Rusia, akan memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksinya.

Kebijakan yang telah berjalan sejak awal tahun itu dilakukan untuk mendongkrak harga. Kelompok yang juga dikenal sebagai OPEC+ itu akan menggelar pertemuan pada akhir Juni atau awal Juli untuk memutuskan nasib dari kesepakatan pemangkasan tersebut.

 

KOMENTAR

End of content

No more pages to load