Jokowi Diminta Lanjutkan Konsep Pembangunan Ekonomi Habibie

Senin , 16 September 2019 | 09:42
Jokowi Diminta Lanjutkan Konsep Pembangunan Ekonomi Habibie
Sumber Foto: Istimewa
BJ Habibie

JAKARTA - Anggota Dewan Pakar the Habibie Center bidang ekonomi Umar Juoro menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan konsep pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang pernah dijalankan oleh Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie.

Selain terbukti efektif membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang cukup parah, konsep ekonomi yang dijalankan oleh Habibie juga diyakini bisa membawa Indonesia menjadi negara maju.

"Kalau Pak Habibie dulu kan di dalam konsep besarnya pertumbuhan ekonomi harus ditopang oleh kemampuan sumber daya manusia dan teknologi yang menghasilkan nilai tambah. Jadi kita tidak hanya mengandalkan bahan mentah nonmaterial dan tenaga kerja murah saja. Jadi itulah keunggulan kompetitif istilahnya pak Habibie," papar Umar saat dikonfirmasi sinarharapan.co, di Jakarta, pekan kemarin.

Habibie, lanjut Umar, juga memiliki konsep ekonomi seperti yang dijalankan negara maju, yakni tidak bertumpu kepada banyaknya pekerja, sumber daya alam atau bahkan modal. "Tapi lebih kepada kemampuan manusia dalam menguasai teknologi yang diaplikasikan dalam perkembangan ekonomi, khsusnya industri," terangnya.

"Itulah yang terjadi di negara-negara maju sekarang ini, dan itulah yang mendasari negara-negara berkembang menjadi maju seperti Korea, Taiwan atau Singapura," sambung Umar.

Jika Indonesia tidak mengandalkan dan mengimplementasikan hal tersebut, Habibie pernah mengatakan pemerintahan Jokowi dan bahkan generasi ke depannya akan terjebak pada "Middle Income Trap" atau keadaan ketika suatu negara berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah, tetapi tidak dapat keluar dari tingkatan tersebut untuk menjadi negara maju.

Namun pada sebuah acara seminar pada Kamis (12/9/2019) lalu, Menteri Keuangan telah mengungkapkan target Indonesia untuk menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia tahun 2024.

Ia menyebutkan 6 syarat untuk mencapai hal tersebut. Pertama infrastruktur yang layak untuk mendukung mobilitas dan mendukung pembangunan. Kedua, penguatan sumber daya manusia yang dipenuhi melalui pendidikan riset, program kesehatan, dan perlindungan sosial.

Ketiga, penyediaan teknologi melalui pengayaan inovasi dan teknologi untuk menjawab tantangan industri. Keempat, perbaikan birokrasi pemerintah dengan pembenahan kualitas layanan dan efisiensi proses bisnis.

Kemudian kelima, pengelolaan tata ruang wilayah yang baik dan didukung oleh sistem yang integratif. Serta yang keenam adalah sumber daya ekonomi dan keuangan yang dipenuhi melalui APBN sehat untuk mendukung kesuksesan target pada 2045.

Menurut Umar, konsep yang dimiliki oleh Kementerian Keuangan atau Pemerintahan Jokowi itu telah sejalan dengan konsep yang dimiliki BJ Habibie. Namun kunci dari tujuan besar itu tidak boleh dilupakan, yakni konsisten terhadap implementasi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan dan pengelolaan teknologi yang mumpuni.

"Kalau Pak Habibie kan pada industri-industri strategis. Kalau Pak Jokowi itu kan yang lima industri itu menjadi pilihannya, tekstil, garmen, elektronik, kimia, otomotif dan lain-lain. Tapi faktor utamanya adalah SDM dan teknologi," ungkap Umar.

"Nah itu kan sebetulnya konsep utama Pak Habibie untuk mendorong ekonomi Indonesia untuk berkembang dan menjadi maju. Dan itulah legacy (warisan) Pak Habibie. Itu akan dilanjutkan dan dikembangkan oleh pemerintahan Pak Jokowi dan mudah-mudahan sampai ke Presiden yang akan datang," Pungkasnya. (ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load