Ibu Kota Pindah, 800 Ribu ASN Bakal Ditempatkan ke Kalimantan

Rabu , 21 Agustus 2019 | 16:39
Ibu Kota Pindah, 800 Ribu ASN Bakal Ditempatkan ke Kalimantan
Sumber Foto: Istimewa
Syafruddin

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin memperkirakan 800 ribu aparatur sipil negara (ASN) akan pindah, jika ibu kota negara digeser ke Kalimantan. Angka itu sudah mencakup seluruh Kementerian/Lembaga (K/L).

"ASN pusat sudah ada datanya, tinggal ibu kotanya saja di mana. Tinggal pindah," kata Syafruddin seperti dikutip cnnindonesia.com, Rabu (21/8/2019).

Ia memastikan tidak akan ada ASN yang menolak perintah negara jika memang mereka harus pindah kerja ke ibu kota baru. Namun, ia tak menjawab secara lugas apakah ASN yang enggan pindah nantinya akan dikenakan sanksi.

"Tidak ada yang menolak, mau semua. Siapa bilang ada yang menolak? tidak ada. Orang saya sebagai menteri saja mau," ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan jumlah ASN yang dipindahkan ke ibu kota baru kemungkinan hanya sekitar 600 ribu orang. Sementara, sisanya tetap bertugas di DKI Jakarta.

"Yang dipindah adalah yang tidak ada hubungannya dengan pelayanan publik. Yang berhubungan dengan pelayanan publik tidak bisa pindah," terang dia.

Menurutnya, jumlah ASN yang bertugas di pemerintah pusat sebanyak 30 persen dari total 4,3 juta orang. Ini artinya, total ASN di DKI Jakarta sekarang berjumlah sekitar 1,29 juta orang.

Presiden Jokowi ingin memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan. Untuk itu, ia mengajukan izin ke DPR, MPR dan masyarakat pada Pidato Tahunan Dalam Rangka Peringatan HUT RI ke-74 pekan lalu.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load