BI : Rupiah Di Bawah Nilai Fundamental

Minggu , 04 Maret 2018 | 19:15
BI : Rupiah Di Bawah Nilai Fundamental
ist
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut nilai tukar rupiah yang dalam beberapa hari terakhir bergerak di rentang Rp13.700-Rp13.800 per dolar AS sudah berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).
 
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (2/3/2018) mengatakan, fluktuasi nilai rupiah dalam beberapa hari terakhir sudah berlebihan. Bank Sentral siap untuk melakukan stabilisasi di dua pasar, yakni pasar valas dan pasar surat berharga negara (SBN).
 
"Kalau menurut BI, rupiah sebelum fluktuasi sekarang ini sudah 'undervalued'. Kalau ada fluktuasi dalam beberapa hari terakhir, ya memang rupiahnya 'undervalued'," katanya.
 
Mirza menekankan Bank Sentral terus berada di pasar untuk bersiap melakukan stabilisasi. Ia juga membantah BI sengaja membuat rupiah "undervalued" untuk mendorong nilai ekspor."Kalau sudah 'undervalued' buat apa BI membuatnya 'undervalued' lagi. BI selalu ada di pasar untuk lakukan stabilisasi," ujarnya.
 
Ia menegaskan, pelemahan rupiah terhadap "greenback" hanya bersifat sementara. Terlebih, mata uang Garuda bukan menjadi satu-satunya mata uang yang melemah terhadap dolar AS.
 
"Ini bukan fenomena Indonesia saja. Krona Swedia itu dari awal Februari sampai akhir Februari 2018 melemah 4,9 persen, Dolar Kanada 3,8 persen, Australian Dolar 3,6 persen. Kalau kita lihat negara berkembang, pada waktu awal Februari sampai akhir Februari, Rupiah melemah 2,6 persen," Mirza menambahkan seperti dilansir antaranews.com.
 
Jumat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, juga dibuka menguat tipis. Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diumumkan Bank Indonesia, Jumat dolar AS melemah 47 poin di level Rp 13.746 per dolar AS dibanding Kamis yang sebesar Rp13.793 per dolar AS.
 


Sumber : pelbagai sumber

KOMENTAR

End of content

No more pages to load